Kamis, 13 Januari 2011

Menginap di Pohon (Treehotel)

Dari kecil saya pengen banget punya rumah pohon >.<
Kebayang serunya nginep di pepohonan sama temen-temen, bawa bekel cemilan, permainan semacam monopoli dan bawa komik yg banyak. Dan sekarang saya semakin pengen ngerasain nginep di atas pohon setelah saya tau kalo ternyata ada hotel pohon, atau lebih keren dibilang Treehotel..
Rumah pohon aja kayanya udah seru banget, apalagi hotel pohon >.<

Hotel pohon di Harads, Swedia ini dinamai Treehotel. Hotel ini terletak ditengah hutan Taiga. Jadi orang-orang yg menginap di hotel ini bisa merasakan suasana hutan yg alami. Pasti pas pagi-pagi bangun tidur udaranya seger banget deh, udah gitu pemandangannya pasti indah banget, pohon-pohon hijau, sungai dan lembah.

Sama kaya rumah pohon yg saya idam-idam, hotel ini pun menggantung di pohon. Hotel mejeng sekitar 4 sampai 6 meter dari permukaan tanah. Untuk masuk ke dalam hotel, disediain tangga, jembatan kayu dan tangga yg bisa ditarik lalu dimasukkan ke dalam hotel.


Kamarnya kaya gimana ya??
Ternyata kamar-kamar yg ada di Treehotel ini unik-unik. Kamarnya dinamai Mirrorcube berbentuk kubus (namanya juga cube hehe). Seluruh permukaan dinding luarnya dilapisi cermin. Jadi pemandangan di sekitarnya terpantul ke dinding cerminnya. Huwaaaa.. kaya bunglon yg lagi nyamar ya. Karena permukaan dinding luar dari Mirrorcube ini membuat kamar-kamar itu tidak terlihat, maka permukaan dinding luarnya diberi lapisan infra merah yang hanya bisa dilihat mata burung, tujuannya biar para burung ga nabrak Mirrorcube.


*Mirrorcube*


Selain Mirrorcube, ada juga The Nest yg bentuknya bener-bener mirip sarang burung sesuai namanya.






<---- sarang burung (The Nest)









Kalau The Cabin berbentuk persegi panjang sehingga pemandangan hutan bisa dinikmati lebih leluasa.



*The Cabin*


Nah.. ada satu lagi nih yg bentuknya ga kalah unik, UFO!! Yup, kamar yg satu ini bentuknya mirip UFO.

*UFO*




1. The Nest
2. Blue Cone, si kamar merah (agak ga nyambung sih warna sama nama hihi)
3. Beranda tempat menikmati
pemandangan
4. Mirrorcube
5. Interior kamar Treehotel
6. Kamar UFO yg penuh imajinasi >.<



*For your information nih ya*
kalau mau nginep disana, harus punya uang yg cukup banyak, soalnya satu kamarnya kira-kira 2.000-4.000 SEK atau krona Swedia.
1 SEK = Rp 1.321,00
berarti... satu kamarnya harganya sampai lima juta hahahaha. ajiiiiiiiib :)



*shinta*

Sabtu, 08 Januari 2011

Cek Level Stress Anda!!

Sekedar sharing, belakangan saya sering mengeluh migren. Kadang-kadang migrennya dateng sekonyong-konyong, padahal sedetik sebelumnya masih biasa aja hahaha. Terus selain migren yang sekonyong-konyong, muka saya juga mendadak banyak jerawatnya. Padahal beberapa minggu yang lalu masih muluuuuus bersih ga ada jerawat banget T.T

Menurut salah satu temen saya, "itu gara-gara stress shin!!" doooooooong, apa iyaya saya stress??
dan akhir-akhir ini yang paling bikin saya sedih, rambut saya rontoknya luar biasa huhu (takut lama-lama botak -_-")

Akhirnya saya searching deh ciri-ciri kalo orang stress, tertekan dsb (soalnya emang belakangan ini lagi banyak yang harus dikerjain tapi waktunya ga sebanyak apa yang harus dikerjain, mungkin gara-gara itu juga kali yaa ckckck)

Oke setelah saya resume dari berbagai artikel, ciri-ciri yang sering muncul kalo orang lagi stress

#susah tidur
masalaha klasik, mungkin karena lagi diselimuti kekhawatiran jadi tidurnya ga nyenyak bahkan sampai insomnia.

#sakit kepala
sering mengeluh kepala tiba-tiba pening lah, migren lah, jangar lah (bahasa sunda) dsb.

#telapak tangan berkeringat
biasanya karena rasa cemas atau khawatir yang terlalu berlebihan.

#jantung berdetak lebih cepat
kalo kata lirik lagu sih berdetak lebih cepat seperti genderang mau perang (hihi). Ini juga berkaitan sama telapak tangan yang berkeringat terus.

#muncul banyak jerawat
huhu, muka saya juga jadi banyak jerawat (haha curcol). Ini bisa disebabkan karena produksi hormon yang terganggu, kondisi tubuh dan emosi kita itu berpengaruh banget terhadap fungsi kelenjar hormon.

#rambut senantiasa kusut meskipun sudah memakai shampoo terbaik
perlu setrikaan biar rambutnya ga kusut terus (hihi). Bahkan yang lebih parah, mengalami kerontokkan.

#selalu merasa hendak demam dan flu serta kepala terasa panas
Sering bersin-bersin, hidung mampet tiba-tiba, dsb.

#banyak ngelamun
Terlalu banyak yang dipikirin kali ya, tapi ga kelar-kelar jadi aja banyak ngelamun (yaiyalah ga kelar, orang cuma dipikirin bukannya dikerjain :p)

#otot leher menegang
Menurut psikolog Elizabeth Lombardo, stress dapat memengaruhi bagian tulang, persendian, hingga otot otot leher bagian belakang menegang.

#sulit berkonsentrasi
udah pasti lah ya, stress bisa bikin seseorang ga fokus dengan apa yang dikerjakannya.

#suka ketawa sendiri
hahahaha kalo yang ini sih stress nya beda konsep. Mungkin ciri-ciri yang ini adalah ciri-ciri stress yang 3 sampai 5 tingkat lebih akut.


Nah ini ada gambar untuk mengetest tingkat ke-stress-an anda.
Katanya sih, kalo gambar ini geraknya semakin cepat berarti stressnya udah akut. Semakin perlahan gambar ini bergerak, berarti kemampuan mengatasi stress semakin baik. Selamat mencoba!! :)









<---- ini gambar statis (diam) lho..









*shinta*

Jumat, 07 Januari 2011

Kisah Nyata : Pita Kuning di Pohon Itu

yattaaaaaaaaaaaa.. setelah berselancar di uyut google berjam-jam, bolak balik halaman, gonta-ganti keyword akhirnya nemu kisah nyata yang lagi-lagi bikin saya kebanjiran air mata. hihi
mungkin emang saya yang gampang terharu sih (baca : cengeng), tapi jangan nyalahin kecengengan saya juga, soalnya kisahnya emang bener-bener mengharukan..

jadi begini..

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan istrinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan istrinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Hidup kelamnya yang dikeliling drugs dan gambling. Dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Namun naas, akhirnya dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai istri dan anak-anaknya. Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari istrinya. Dia tidak tahu apakah istrinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan...kita mesti lihat apa yang akan terjadi..."

Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya...



Dia tidak melihat sehelai pita kuning...

Tidak ada sehelai pita kuning....

Tidak ada sehelai......

Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning....bergantungan di pohon beringin itu...Ooh...seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...!!!!!!!!!!!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini.Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree" (liriknya), dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973. Sebuah lagu yang manis, namun mungkin masih jauh lebih manis jika kita bisa melakukan apa yang ditorehkan lagu tersebut.



*shinta*