Kamis, 19 Agustus 2010

cuma ada dua pilihan

hihihi, udah lama ga ngisi blog sama 'curhat'..
setelah blog yg lama gatau gimana kabarnya, ini curhat aku yg PERTAMA. hahaha

akhir2 ini pokonya aku familiar bgt sama kata MENDADAK !!
terlalu banyak kejadian yg kebetulan cocok buat disandingin sama kata mendadak
dari mulei mendadak error, mendadak lemot, mendadak dangdut (lho ??), mendadak dapet ucapan selamat, mendadak ngerasa ketiban beton berat. mendadak mendadak lainnya
salah satu dari sekian banyaknya mendadak yg muncul, ada satu mendadak yg menimbulkan tremendous effect, mendadak itu ga lain ga bukan mendadak dapet ucapan selamat. hahaha siaaaaaal -.-'
dan ternyata yg lebih sialnya lagi, ucapan selamat itu ga bisa ditolak meskipun udah aku tolak dengan sangat halus. alhasil aku TERJEBAK setelah MENDADAK. wkwkwk
niatnya dalam posisi yg terjebak ini, aku mau ngejebak orang lain. tapi akhirnya aku mutusin buat ngelanjutin ngejebak diri sendiri aja. kenapa ?? soalnya aku udah ngerasain betapa ga enaknya terjebak karena dijebak yg mendadak. aku jadi ga tega buat maksa orang lain terjebak. jadi mau ga mau sekarang harus tega dan bisa buat maksa diri sendiri terjebak. bismillah..

nah, ditengah2 perenungan buat mantepin diri. eh mendadak inget cerita dari guru les dulu waktu ikutan program intensif di tempat bimbel (tuh kan mendadak lagi)..

ceritanya gini

ada sebuah kerajaan yg dipimpin oleh seorang raja yg bijaksana. raja tersebut memiliki seorang putri yg sangat cantik. sayangnya sang raja usianya telah renta dan sering sakit2an. ditengah kondisi sang raja yg sakit2an, sang raja memikirkan nasib kerajaan dan rakyatnya. ia ingin lengser dari jabatannya, hanya saja ia tidak memiliki putra mahkota, karena ia hanya memiliki seorang putri. maka ia memutuskan untuk menikahkan putrinya. namun, ia tetap memikirkan nasib rakyatnya, ia hanya ingin kerajaan, putri dan rakyatnya dipimpin oleh seseorang yg bijaksana. lalu sang raja memutuskan untuk mengadakan sayembara. isinya "BARANG SIAPA DAPAT MENYEBRANGI KOLAM RENANG SAYA, AKAN SAYA NIKAHKAN DENGAN PUTRI SAYA DAN IA BERHAK UNTUK MEMIMPIN KERAJAAN SERTA RAKYAT SAYA".
tibalah dihari yg ditunggu2. banyak sekali pangeran2 dari kerajaan2 tetangga yg datang untuk mengikuti sayembara tersebut. mereka semua berdiri dipinggir kolam renang yg panjangnya hanya 8 meter dengan lebar 5 meter dan kedalamannya 4 meter. banyak pangeran2 yg menganggap remeh tantangan dari sang raja. mereka menganggap diri mereka mampu untuk melakukan tantangan tersebut. namun sang raja ternyata melakukan hal yg diluar dugaan. beliau memasukkan 3 ekor buaya kedalam kolam tersebut. dan berkata "BARANG SIAPA YG SELAMAT DARI BUAYA2 TERSEBUT MAKA DIALAH PEMENANGNYA". hal ini membuat para pangeran menciutkan nyali mereka. tidak ada yg berani untuk menyebrangi kolam renang tersebut, semuanya mundur dari pinggir kolam. tetapi tiba2 ada seorang pangeran yg melompat kedalam kolam renang, dengan cepat ia berenang. dan ternyata dia berhasil menyebrangi kolam renang tersebut dengan selamat. akhirnya dia diterima sebagai calon raja dari kerajaan tersebut. lalu sang raja mempersilahkan sang pangeran untuk memberikan sepatah dua patah kata atas kemenangannya..

taukah apa yg pangeran itu sampaikan ??

pangeran : siapa yg mendorong saya ke kolam tadi ??????????

~the end~

hahahaha, dulu waktu denger cerita itu. anak2 dikelas langsung pada ngakak. tapi ternyata ada hikmah yg mau disampein sama si guru bimbel

hikmahnya..

cuma ada dua pilihan ketika kamu sudah terlanjur berada dalam keadaan yg tidak kamu kehendaki
1. melanjutkan dan terus maju untuk memberikan yg terbaik
2. mundur dan tidak memberikan usaha yg maksimal

inget hikmah dari cerita itu, jadi inget sama kondisi aku sekarang -.-' hahaha
dan akhirnya, aku emang bener2 gabisa ngorbanin orang lain buat nerima ucapan selamat yg mendadak itu. sekarang buat aku CUMA ADA DUA PILIHAN !!





nb : cerita dari guru bimbelnya udah lupa persisnya kaya gimana, cuma inget intinya doang. jadi cerita diatas hasil aransemen ulang dari pemilik blog. hahaha -.-'



*shinta*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar